31 March 2013

hikmah sakit-from iluvislam.com

Dalam mengharungi kehidupan yang serba mencabar dengan seribu satu dugaan, tidak pernah melepaskan seseorang muslim daripada tertimpa bala bencana. Maklumlah kita makhluk pendosa; tidak terlepas dari kelalaian. Kesakitan adalah salah satu dari dugaan hidup. Bezanya hanyalah sama ada kecil atau besar.
Ada orang ditimpa ujian kehancuran terhadap hartanya. Namun, tidak sedikit pula bagi seseorang yang diuji dengan kesakitan terhadap dirinya sendiri. Ada yang terlantar bertahun-tahun kerana mengalami penyakit yang ganjil. Begitu pula ada yang terpisah dengan anak atau ahli keluarga begitu lama. Semuanya mendera jiwa. Sakit.
Namun, apakah kesakitan baik yang menimpa anggota tubuh badan, harta atau jiwa itu tanda Allah murka kepadanya? Atau mungkinkah ia tanda Allah sedang menghapus dosanya? Barangkali ia merupakan jalan untuk sampai kepada maqam tertinggi di sisi Allah?
Sedangkan, Allah berfirman di dalam surah At-Tagaabun, ayat 11 yang bermaksud:
"Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu".
Penceramah bebas, Ustaz Zaharuddin Abdul Rahman, berkata sakit atau musibah yang terkena kepada seseorang adalah datangnya daripada Allah SWT. Tujuannya pelbagai dan mempunyai banyak hikmah untuk direnungi.
Menghapus dosa
Menurutnya, bagi seorang yang pendosa, musibah atau sakit yang ditanggungnya merupakan salah satu jalan untuk Allah menghapuskan setiap dosa hamba-Nya. Bahkan ia seharusnya dilihat sebagai satu terapi untuk menggugurkan kesalahan dan noda pada diri anak Adam.
"Sebagai manusia biasa, sudah tentu kita tiada terlepas daripada melakukan kesalahan sama ada secara sengaja atau tidak. Sedangkan dosa itu sebenarnya menjauhkan diri kita dengan Allah. Jadi hikmah diturunkan kesakitan atau bala bencana itu adalah sebagai cara untuk Allah menghapuskan dosa kita berkenaan," katanya.
Katanya, ia bersesuaian dengan hadis Rasulullah SAW yang bermaksud:
"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)